Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Perkuat Diplomasi Ekonomi Global di WEF Davos

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan luar negeri ke Inggris dan Swiss dalam upaya memperkuat kemitraan strategis serta memperluas peran Indonesia dalam diplomasi ekonomi global. Lawatan ini menjadi salah satu agenda penting pemerintahan baru dalam memposisikan Indonesia sebagai kekuatan yang diperhitungkan di tingkat internasional.

Di London, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Pertemuan tersebut diharapkan membahas berbagai isu strategis, mulai dari kerja sama ekonomi, investasi, pertahanan, hingga transisi energi dan pendidikan. Inggris dinilai sebagai mitra penting Indonesia, khususnya dalam mendorong arus investasi dan kolaborasi teknologi.

Setelah dari Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF). Forum ekonomi dunia ini mempertemukan para pemimpin negara, pelaku bisnis global, dan tokoh internasional guna membahas tantangan serta arah ekonomi global ke depan.

Keikutsertaan Indonesia dalam WEF Davos menjadi momentum strategis untuk menyampaikan visi ekonomi nasional, menarik minat investor global, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia. Pemerintah berharap forum ini dapat membuka peluang konkret bagi investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomatik rutin, melainkan bagian dari strategi besar pemerintahan Presiden Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas jejaring global, serta memastikan kepentingan Indonesia terwakili dalam berbagai forum internasional.

Dengan lawatan ke Inggris dan Swiss ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam diplomasi global, tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis yang berkontribusi dalam membentuk masa depan ekonomi dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *