{"id":448,"date":"2026-01-30T06:36:57","date_gmt":"2026-01-30T06:36:57","guid":{"rendered":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/?p=448"},"modified":"2026-01-30T06:37:05","modified_gmt":"2026-01-30T06:37:05","slug":"indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/","title":{"rendered":"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta<\/strong> \u2014 Indonesia menghadapi situasi serius dalam sektor pangan nasional. Pemerintah mencatat <strong>kehilangan sekitar 544 ribu hektare lahan sawah<\/strong> dalam beberapa tahun terakhir akibat masifnya alih fungsi lahan. Kondisi ini dinilai sudah memasuki tahap <strong>darurat<\/strong> dan berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) <strong>Nusron Wahid<\/strong> melaporkan langsung temuan tersebut kepada <strong>Presiden Prabowo Subianto<\/strong>. Dalam laporannya, Nusron menegaskan bahwa penyusutan lahan sawah terjadi secara sistematis, terutama karena konversi menjadi kawasan industri, perumahan, dan infrastruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAlih fungsi lahan sawah ini tidak bisa lagi dianggap persoalan biasa. Angkanya sangat besar dan dampaknya langsung terhadap produksi pangan nasional,\u201d kata Nusron dalam laporannya kepada Presiden.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ancaman Serius Ketahanan Pangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hilangnya ratusan ribu hektare sawah dinilai akan berdampak langsung pada kapasitas produksi beras nasional. Jika tidak segera dikendalikan, Indonesia berisiko semakin bergantung pada impor pangan di tengah ketidakpastian global, perubahan iklim, dan krisis geopolitik internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pengamat menilai, situasi ini menjadi <strong>ujian awal bagi kepemimpinan Presiden Prabowo<\/strong>, khususnya dalam mewujudkan visi kemandirian dan ketahanan pangan nasional yang selama ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintahannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemerintah Siapkan Langkah Strategis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo disebut memberi perhatian serius dan meminta agar <strong>perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B)<\/strong> diperkuat. Pemerintah juga mendorong sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar izin alih fungsi lahan tidak diberikan secara sembarangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain penguatan regulasi, pemerintah tengah mengkaji langkah-langkah strategis, mulai dari pendataan ulang lahan sawah nasional, pengetatan tata ruang, hingga optimalisasi lahan pertanian yang tersisa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sawah sebagai Aset Strategis Negara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah menegaskan bahwa sawah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan <strong>instrumen strategis negara<\/strong> dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Ketahanan pangan dipandang sebagai fondasi utama kedaulatan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan angka kehilangan lahan yang mencapai ratusan ribu hektare, publik kini menanti langkah konkret pemerintah untuk memastikan krisis ini tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi masa depan pangan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-9-16 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Sawah RI Menghilang! Nusron Lapor Prabowo, Ketahanan Pangan\" width=\"540\" height=\"960\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/oGeros3JS20?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Indonesia menghadapi situasi serius dalam sektor pangan nasional. Pemerintah mencatat kehilangan sekitar 544 ribu hektare lahan sawah dalam beberapa tahun terakhir akibat masifnya alih fungsi lahan. Kondisi ini dinilai sudah memasuki tahap darurat dan berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid melaporkan langsung temuan tersebut kepada Presiden Prabowo&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":449,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang - NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang - NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta \u2014 Indonesia menghadapi situasi serius dalam sektor pangan nasional. Pemerintah mencatat kehilangan sekitar 544 ribu hektare lahan sawah dalam beberapa tahun terakhir akibat masifnya alih fungsi lahan. Kondisi ini dinilai sudah memasuki tahap darurat dan berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid melaporkan langsung temuan tersebut kepada Presiden Prabowo...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-30T06:36:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-30T06:37:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"460\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kurniawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kurniawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/\"},\"author\":{\"name\":\"Kurniawan\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/bb4aabc56fcb9f1c55c11759c192a424\"},\"headline\":\"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang\",\"datePublished\":\"2026-01-30T06:36:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-30T06:37:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/\"},\"wordCount\":315,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/\",\"url\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/\",\"name\":\"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang - NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png\",\"datePublished\":\"2026-01-30T06:36:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-30T06:37:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/bb4aabc56fcb9f1c55c11759c192a424\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png\",\"width\":576,\"height\":460},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/\",\"name\":\"NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA\",\"description\":\"Platform yang membahas berbagai topik menarik seputar dunia pemerintahan di Indonesia. \",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/bb4aabc56fcb9f1c55c11759c192a424\",\"name\":\"Kurniawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6722cb58f925e9bbccbb501a34804e4533e49aedf2088674bb28e87369cff2dd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6722cb58f925e9bbccbb501a34804e4533e49aedf2088674bb28e87369cff2dd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kurniawan\"},\"description\":\"Ngobrol Pemerintahan adalah media digital independen yang berfokus pada isu pemerintahan, kebijakan publik, pendidikan, dan ekonomi daerah. Kami hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan yang kompleks dengan pemahaman publik yang sederhana, berbasis data, dan kontekstual. Di tengah dominasi media clickbait dan pemberitaan dangkal, Ngobrol Pemerintahan membangun audience berbasis kepercayaan, bukan sekadar trafik.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\"],\"url\":\"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/author\/ngobrolpemerintahan\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang - NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang - NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA","og_description":"Jakarta \u2014 Indonesia menghadapi situasi serius dalam sektor pangan nasional. Pemerintah mencatat kehilangan sekitar 544 ribu hektare lahan sawah dalam beberapa tahun terakhir akibat masifnya alih fungsi lahan. Kondisi ini dinilai sudah memasuki tahap darurat dan berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid melaporkan langsung temuan tersebut kepada Presiden Prabowo...","og_url":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/","og_site_name":"NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA","article_published_time":"2026-01-30T06:36:57+00:00","article_modified_time":"2026-01-30T06:37:05+00:00","og_image":[{"width":576,"height":460,"url":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png","type":"image\/png"}],"author":"Kurniawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kurniawan","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/"},"author":{"name":"Kurniawan","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/bb4aabc56fcb9f1c55c11759c192a424"},"headline":"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang","datePublished":"2026-01-30T06:36:57+00:00","dateModified":"2026-01-30T06:37:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/"},"wordCount":315,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/","url":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/","name":"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang - NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png","datePublished":"2026-01-30T06:36:57+00:00","dateModified":"2026-01-30T06:37:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/bb4aabc56fcb9f1c55c11759c192a424"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#primaryimage","url":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png","contentUrl":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/sawah.png","width":576,"height":460},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/2026\/01\/30\/indonesia-darurat-sawah-544-ribu-hektare-lahan-pertanian-hilang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Indonesia Darurat Sawah, 544 Ribu Hektare Lahan Pertanian Hilang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#website","url":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/","name":"NGOBROL PEMERINTAHAN INDONESIA","description":"Platform yang membahas berbagai topik menarik seputar dunia pemerintahan di Indonesia. ","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/bb4aabc56fcb9f1c55c11759c192a424","name":"Kurniawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6722cb58f925e9bbccbb501a34804e4533e49aedf2088674bb28e87369cff2dd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6722cb58f925e9bbccbb501a34804e4533e49aedf2088674bb28e87369cff2dd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kurniawan"},"description":"Ngobrol Pemerintahan adalah media digital independen yang berfokus pada isu pemerintahan, kebijakan publik, pendidikan, dan ekonomi daerah. Kami hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan yang kompleks dengan pemahaman publik yang sederhana, berbasis data, dan kontekstual. Di tengah dominasi media clickbait dan pemberitaan dangkal, Ngobrol Pemerintahan membangun audience berbasis kepercayaan, bukan sekadar trafik.","sameAs":["https:\/\/ngobrolpemerintahan.com"],"url":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/author\/ngobrolpemerintahan\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=448"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":451,"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions\/451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngobrolpemerintahan.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}