Presiden Prabowo Subianto mengundang para ketua umum partai politik ke Istana Negara untuk merespons gelombang demonstrasi yang telah meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Aksi protes itu dipicu oleh rasa geram terhadap tunjangan anggota DPR yang dianggap berlebihan, serta duka atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, tertabrak kendaraan taktis polisi.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua Umum Parpol di Senayan, Presiden mengumumkan kesepakatan mencabut tunjangan anggota DPR dan memberlakukan moratorium perjalanan dinas luar negeri bagi anggota parlemen Reuters+1. Langkah ini merupakan upaya menenangkan publik yang marah sekaligus kompensasi atas ketidakpekaan di tengah krisis ekonomi dan sosial.
Untuk menjaga ketertiban, Prabowo memerintahkan TNI dan Polri mengambil tindakan tegas terhadap perusuh dan perusakan fasilitas publik. Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan bisa dianggap sebagai tindakan separatis dan disertai sanksi tegas
Di sisi lain, beberapa mahasiswa menilai kebijakan itu belum menyentuh akar persoalan. Mereka menuntut pembongkaran struktur oligarki politik dan keadilan ekonomi, bukan sekadar pemangkasan tunjangan. Isu panjang ini juga sempat memicu pelemahan pasar modal dan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian politik
Secara simbolis, keputusan mencabut fasilitas legislatif menunjukkan adanya keterbukaan pemerintah untuk mendengar aspirasi rakyat — namun dinamika di lapangan memperingatkan bahwa langkah simbolis hanya langkah awal dari rangkaian reformasi yang lebih mendalam.

