Prabowo Undang Abraham Samad untuk Siasati “Naga Ekonomi” yang Mengancam Indonesia

Jakarta, 2 Februari 2026 — Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah mengundang sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, untuk berdiskusi intensif mengenai berbagai persoalan besar bangsa. Pertemuan itu berlangsung sekitar lima jam di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Jumat (30/1) malam.

Dalam pertemuan yang berlangsung panjang itu, Prabowo dan para tokoh membahas isu-isu strategis seperti pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola sumber daya alam, serta tantangan ekonomi nasional yang tengah “mengamuk” bak naga yang terganggu — sebuah metafora kuat yang digunakan sejumlah pengamat untuk menggambarkan tekanan terhadap pasar dan IHSG di tengah gejolak global dan domestik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa undangan Prabowo kepada Abraham Samad dan tokoh lainnya bukanlah pertemuan politik semata, melainkan wujud keterbukaan pemerintahan untuk menyerap masukan dari berbagai kalangan yang peduli terhadap nasib bangsa. Tokoh-tokoh yang hadir disebut bukan sekadar oposisi, tetapi figur nasional yang dipilih karena kompetensi dan pengalaman mereka di bidang masing-masing.

Abraham Samad sendiri, dikenal luas sebagai mantan Ketua KPK yang vokal dalam pemberantasan korupsi, menyampaikan pandangannya secara terbuka setelah pertemuan. Ia mengungkapkan bahwa diskusi tidak hanya berkutat pada isu pemberantasan korupsi, tetapi juga mencakup cara menghadapi berbagai ancaman struktural terhadap perekonomian Indonesia. Diskusi panjang digambarkan sebagai upaya bersama untuk “menjinakkan naga ekonomi” yang terus mengancam stabilitas pasar, termasuk IHSG.

Menurut pengamat ekonomi, kondisi pasar modal yang fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir memang memicu kekhawatiran berbagai pihak. Meskipun pemerintah telah meyakinkan investor bahwa fundamental ekonomi RI tetap kuat, tekanan dari berbagai sektor — baik global maupun domestik — masih dirasakan di pasar saham dan sektor keuangan. Perumpamaan naga ekonomi pun kemudian mudah menyebar sebagai simbol kekuatan besar yang harus ditaklukkan demi masa depan bangsa.

Prabowo, di lain sisi, memberikan ruang dialog dan saling tukar pandangan yang cukup cair dan terbuka, sekalipun substansi pembicaraan sangat berat. Hal ini dilihat sejumlah pengamat sebagai strategi “menyulut api kesiagaan” dalam menghadapi tantangan masa depan yang kompleks, dari pemberantasan korupsi hingga perbaikan iklim investasi nasional.

Meski demikian, pertemuan itu juga memunculkan berbagai reaksi beragam dari publik dan kalangan politik, terutama terkait arah kebijakan yang akan diambil selanjutnya. Namun satu hal yang menonjol dari momen tersebut adalah usaha pemerintah untuk menggandeng berbagai pihak dalam mencari solusi atas persoalan besar bangsa — termasuk menenangkan “naga ekonomi” yang selama ini menjadi bayang-bayang ketidakpastian pasar dan spiritualisme ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *