Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat konsolidasi sektor pertahanan dan keamanan nasional di awal masa kepemimpinannya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Sekretaris Negara, serta para petinggi dari matra TNI dan jajaran kepolisian.
Pertemuan yang berlangsung tertutup itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari kesiapsiagaan nasional, profesionalisme aparat, hingga penguatan sinergi TNI–Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Fokus utama rapat diarahkan pada konsolidasi internal aparat negara agar tetap solid, disiplin, dan responsif menghadapi dinamika global maupun tantangan domestik.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya netralitas, loyalitas terhadap konstitusi, serta kesiapan penuh aparat keamanan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
Rapat ini juga dibaca sebagai langkah awal Prabowo dalam memastikan jalannya pemerintahan didukung oleh aparat pertahanan dan keamanan yang profesional serta satu komando. Konsolidasi lintas institusi dinilai krusial, mengingat tantangan geopolitik regional, ancaman keamanan non-militer, serta potensi gangguan stabilitas sosial di dalam negeri.
Sejumlah pengamat menilai, langkah Prabowo mengumpulkan petinggi TNI dan Polri di Istana menunjukkan gaya kepemimpinan yang tegas dan strategis. Presiden ingin memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif sejak awal, sekaligus mengirim pesan bahwa negara hadir dan siap menjaga keamanan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana belum merinci hasil konkret dari rapat tersebut. Namun, pertemuan ini diyakini akan menjadi landasan kebijakan keamanan nasional ke depan, seiring agenda besar pemerintahan Prabowo dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan global
